MENJADI ORANG KRISTEN YANG DEWASA ROHANI

 Ayat Pokok:
“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
(1 Korintus 13:11)

Pendahuluan
Manusia yang normal, harus melewati tahap-tahap kehidupan mulai dari bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa pemuda dan dewasa hingga orang tua. Jadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang dan berubahnya tahapan dalam hidupnya, maka seharusnya orang tersebut juga mengalami peningkatan dalam kedewasaan. Seorang remaja, tentu juga harus memiliki pola pikir dan tindakan sebagai seorang remaja, bukan lagi seperti ketika ia masih usia anak-anak. Seorang pemuda, juga mestinya harus meningkat kedewasaannya dalam berpikir,berbicara dan bertinddak sehingga tidak sama seperti waktu ia masih remaja. Demikian seterusnya. Hal itu juga seharusnya yang terjadi dalam kehidupan kerohanian kita. Seiring dengan bertambahnya usia pengiringan kita kepada Tuhan, seharusnya kita makin dewasa dalam iman dan kerohanian.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kedewasaan rohani seseorang. Selain fakto usia pengiringan kita itu menentukan,  ada faktor lain yang juga sangat menentukan yaitu kesediaan kita untuk sungguh-sungguh makin bertumbuh. Itu sebabnya mengapa ada orang yang mungkin sebenarnya secara usia sudah cukup lama menjadi orang Kristen, tetapi ternyata belum bertumbuh dewasa. Bahkan masih kanak-kanak. Pernahkah kita  mendengar Kriste bonsai? Istilah Kristen Bonsai ini adalah istilah untuk menggambarkan orang yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi orang Kristen, tetapi ternyata kerohaniannya tidak bertumbuh.

Bagaimana caranya supaya kita semakin bertumbuh?
1. Perlu komitmen yang sungguh-sungguh untuk bertumbuh ( 2 Petrus 3:18)
Rasul Paulus didalam 2 Petrus 3:18 menulis” Tetapi bertumbuhlah dalam anugerah dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya”. Ayat ini adalah perintah dari RasulPaulus kepada jemaat di Korintus untuk mereka dapat bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Kristus. Itu artinya pertumbuhan membutuhkan komitmen yang sungguh-sungguh. Kedewasaan tidak secara otomatis didapatkan, tetapi membutuhkan komitmen dan kesungguhan. Komitmen itu diwujudkan dengan mempraktekkan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang sudah dewasa rohani, tidak lagi melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh anak-anak. Jangan kita hanya berpikir bahwa ketika kita sudah rajin datang beribadah, rajin doa pagi, rajin memberikan persembahan itu sudah cukup sebagai modal untuk kita dapat bertumbuh.Mengapa demikian? Karena hidup orang percaya seharusnya bukan sekedar menjadi pendengar, tapi bagaimana kita dapat menjadi pelaku firman Tuhan. Bukankah tidak jarang orang-orang yang sudah mendengar dan mengerti firman, tetapi hidupnya berantakan? Gosip tetap saja menjadi kegemarannya. Omongan kotor tetap diucapkan.Dendam tetap saja ada dalam hatinya. Semua ini terjadi karena tidak ada komitmen untuk bertumbuh.

Jadi boleh saja kita kita kebaktian seminggu sepuluh kali. Ikut seminar dan konferensi kesana-kemari.Tetapi firman Tuhan hanya kita simpan sebagai teori dan kita tidak ada komitmen yang sungguh untuk hidup dalam firman, kita tidak akan dapat mencapai pertumbuhan iman.

2.Perlu mengalami Tuhan secara pribadi.
Orang yang mau bertumbuh dalam kerohanian, harus mengalami Tuhan secara pribadi. Artinya pertumbuhan itu tidak hanya karena kita rajin beribadah, tapi bagaimana dalam ibadah itu kita dapat berjumpa dengan Tuhan secara pribadi. Perjumpaan secara priadi dengan Tuhan akan membuat kita dimampukan untuk semakin bertumbuh dan kerohanian.Untuk in kita perlu waktu dan tidak akan kita dapatkan secara instat.Terkadang bahkan kita perlu mengalam tekanan, permasalahan dan penderitaan, supaya kita benar-benar mengamali Tuhan dan belajar untuk makin dewasa didalam Tuhan.

3. Perlu adanya pembaharuan hidup yang nyata
Kita harus menyerahkan hidup kita kepada Roh Kudus untuk membentuk kita sesuai dengan kehendak-Nya. Kekristenan harus diwuujud nyatakan dan di demonstrasikan. Karakter kita harus diubahkan supaya kehidupan kita menjadi kesaksian bagi banyak orang. Ingat, orang luar tidak peduli dengan keaktifan kita di gereja, tetapi yang terpenting adalah bagaimana karakter dan integritas kita.

Penutup
Renungkanlah, sudah berapa lama kita mengikut Tuhan? Sudah berapa tahun kita menjadi anak-Nya? Pertanyaan selanjutnya adalah adakah perubahan yang orang sekitar rasakan melalui hidup kita? Apakah orang lain melihat kita bersikap lebih sabar? Ataukah kita masih gampang marah, mudah tersinggung, dan sulit mengampuni? Apakah kita semakin peduli dan berbela rasa terhadap orang-orang yang secara sosial kurang beruntung dari kita?

Seiring perjalanan kita mengikut Tuhan, mari tetapkan hati untuk tak ingin menjadi manusia yang sama dari tahun ke tahun. Kikislah ego. Singkirkan kebiasaan buruk dan dosa. Buanglah setiap hal yang tak berkenan di hati-Nya. Bertumbuhlah!

 

Iklan
Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH, KEDEWASAAN ROHANI | Meninggalkan komentar

DAFTAR AYAT-AYAT ALKITAB TENTANG KEDEWASAAN ROHANI

Shalom.
Berikut ini kami tuliskan ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan kedewasaan rohani. Kiranya ayat-ayat ini dapat bermanfaat dan menambah inspirasi bagi Bapak/Ibu para hamba Tuhan yang sedang menyusun khotbah tentang kedewasaan rohani

  • Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang, sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu ( Ibrani 13:11-TB)
  • Tatkala aku lagi kanak-kanak, aku bertutur seperti kanak-kanak, dan berasa seperti kanak-kanak, dan perpikir seperti kanak-kanak; sekarang semenjak sudah menjadi orang akil balig, maka keadaan kanak-kanak itu sudah aku tinggalkan ( Ibrani 13:11 TL)
  • Nalika aku isih bocah, gunemanku kaya bocah, pangrasaku kaya bocah,  pamikiranku kaya bocah. Bareng saiki aku diwasa, kaanaku kaya bocah mau wis dakbuwang.
Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH, KEDEWASAAN ROHANI | Meninggalkan komentar

VIRUS HAMBA UANG

HAMBA UANG

Ayat Pokok:
” Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang ….”

Pendahuluan
Artikel ini merupakan bagian ke dua dari seri Artikel tentang 28 Virus Mematikan yang ada pada manusia akhir jaman. Virus yang kedua yang kita harus tahu adalah virus hamba uang. Mengapa kita harus memahami perkara ini? tentunya supaya kita waspada terhadap bahaya dari virus ini sehingga tidak menjangkiti kita.  Paulus sudah  mengingatkan gambaran tentang kondisi manusia-manusia akhir jaman yang salah satunya adalah bahwa manusia akan menjadi hamba uang.

Menurut pendapat para ahli, Paulus menulis surat ini pada saat-saat terakhir menjelang kematiannya, sebelum akhirna ia harus disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah rasul yang paling lama mengalami masa-masa kesengsaraan dan penganiayaan dalam penjara. Namun masa-masa dalam penjara, tidak membuatnya jera untuk terus memberitakan tentang Kristus dan mewartakan kabar kesukaan. Kebanyakan surat-surat Paulus ditulisnya ketika ia ada dalam penjara, termasuk surat 2 Timotius ini.

Apakah arti hamba uang?
Menjadi hamba uang artinya mengganggap bahwa uang adalah yang terutama dalam hidup ini, serta menjadikan uang sebagai segala-galanya. Menjadi hamba uang juga bearti menganggap bahwa  segala sesuatunya dapat dibeli dengan uang dan semua yang dilakukan harus diukur dengan uang. Tetapi benarkan demikian? benarkah uang itu segala-galanya?

Saya pernah membaca sebuah hiasan dinding yang menulikan tentang uang ini. Di situ dituliskan bahwa :
Uang memang bisa membeli buku, tapi tidak bisa  membeli hikmat.
Uang memang bisa membeli pengawal, tapi tidak bisa membeli membeli keamanan
Uang memang bisa membeli salib, tapi tidak bisa membeli keselamatan.
Uang memang bisa membeli cincin kawin, tapi tidak bisa membeli membeli cinta
Banyak hal yang dapat dibeli  dengan uang, tapi  uang tidak dapat membeli semua hal.

Saya tidak sedang mengatakan bahwa uang tidaklah penting. Saya sendiri membutuhkan uang setiap bulan baik untuk membiayai sekolah anak, membiayai operasional dan juga untuk mendukung segala kegiatan sosial. Tapi  mari kita mau tetap berpikir bahwa uang bukanlah segala-galanya.

Jangan menjadi hamba uang
Ibrani 13:5 menulis:

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.”

Juga di dalam 1 Timotius 6:10

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.”

Kata hamba uang dalam bahasa Yunani adalah : philarguria yang bersal dari kata philarguros. Kata Philarguros sendiri berasal dari kata philos artinya sahabat,atau bersahabat dan arguros, artinya uang atau perak. Dengan demikian kata cinta uang atau hamba uang memilki arti yang sama.

Hamba Uang, Fenomena akhir jaman.
Paulus melalui ilham Roh Kudus sudah memperingatkan bahwa pada akhir jaman, virus hamba uang ini semakin merajalela. Memang virus hamba uang sejak jaman dahulu sudah ada. Tetapi semakin menuju kepada akhir jaman, hal ini semakin meningkat.

Bahayanya menjadi hamba uang

Ada banyak hal yang akan terjadi bila seseorang dihinggapi virus cinta  uang ini . Alkitab berkata bahwa akar segala kejahatan adalah cinta akan uang. Ingat, pada dasarnya, uang tidaklah jahat, tetapi yang seringkali menyebabkan timbulnya banyak kejahatan adalah cinta uang.

Apa saja bahaya dari virus hamba uang ini?

  • Kehilangan rasa puas

Pengkhotbah 5:9 “Siapa mencintai uang, tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.
Bagaimana memiliki rasa cukup?
Cukup hanya diucapkan oleh orang yang menerima.
Ini soal kepuasan hati, bukan soal jumlah atau nominal yang diterima.
Cukup berarti melihat apa yang telah kita terima dan disyukuri.
Ini tidak berarti bahwa kita berhenti berusaha, atau berkarya. Bukan stagnan atau mandeg, berpuas diri.

  • Menjadi serakah

1 Timotius 6:9 “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan dan yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Orang yan serakah motivasinya hanya untuk uang. Orang yang serakah, dia akan melakukan segala cara demi mendapatkan uang. Mengapa ada orang mencuri, merampok, korupsi, dan banyak kejahatan lainya? karena keserakahan.

No money, no friend
No money, no honey
No money, no time
No money, no dong

Bahasa Indonesia:”Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”

    • Menjadi jahat

Mengapa Ananias dan Safira mereke bersepakat berbohong dan menipu para rasul? karena cinta mereka akan uang sehingga melakukan kejahatan. Alkitab juga memperingatkan supaya kita tidak menjadi pencuri ( Maleakhi 3).

    • Menyimpang dari iman

Ada orang-orang yang menjual iman,hanya karena iman. Buat apa kita memiliki harta dunia kalau akhirnya kita binasa?

Penutup
Mari kita senantiasa waspada dengan virus hamba uang ini. Bagaimanapun kondisi keuangan yang sedang kita hadapi, jangan kehilangan pengharapan, jangan tinggalkan Tuhan dan jangan tanggalkan iman. Percayalah bahwa :
Filipi 4:19
” Dan Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulianya dalam Kristus Yesus.

ANDA DIBERKATI DENGAN PELAYANAN KAMI
ANDA INGIN MENDUKUNG KAMI BAIK DALAM DOA, DANA MAUPUN PULSA?
Segera hubungi kami dan Anda dapat menjadi mitra kami. Bila Anda digerakkan Tuhan untuk mendukung pelayanan kami, silakan kirim kontribusi kepada kami melalui
BCA 1540241577 atau Bank Mandiri 1360007334334 a.n Agus Susanto
Untuk persembahan PULSA dapat ditransfer ke 085228085470 atau 0897 3527437.
Semua penerimaan dan penggunaaan persembahan akan dimuat dalam kolom DONASI.
Harap berikan catatan NN bila nama Bapak/Ibu tidak mau diulis lengkap.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH, KHOTBAH TENTANG UANG | Tag | Meninggalkan komentar

START

PSKTSTART

Rancangan Khotbah
IBADAH PERSEKUTUAN SISWA KRISTIANI TEMANGGUNG ( PSKT)
Jumat, 21 November 2014
Tempat: GPdI ” SHILLOH ” PARAKAN
Ayat Pokok:  2 Kor 8:1-15 att: ayat 11

Pendahuluan:
Start sebagai kata benda bermakna sebagai “garis/tanda” awal dalam sebuah perlombaan lari, gerak jalan, atau balapan. Sebagai kata kerja bermakna” mengawali  suatu pekerjaan.

Pengurus memberikan tema ini tentu ada maksud, atau harapan bahwa hari ini adalah langkah awal, suatu perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik.

Ayat Mas 2 Kor 8:1-15 att ay 11
” Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaanya itu! Hendaklah pelaksananya  sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu”

BIS
” Nah, sekarang hendaklah kalian melanjutkannya menurut kemampuanmu. Hendaknya kalian bersemangat untuk menyelesaikan usaha itu, sebagaimana kalian dahulu pun bersemangat merencanakannya.”

Banyak orang pandai menyusun rencana, program, harapan-harapan, tapi sulit untuk melangkah, memulai apalagi mengakhiri dengan hasil yang baik.

Ayat ini mengingatkan kita untuk dapat memulai apapapun yang baik, cita-cita, harapan,harapan, keinginan, supaya kita dapat meraih apa yang kita harapkan.

Manajemen waktu
Memulai erat kaitanya dengan bagaimana kita mengatur waktu kita. Ada 24 jam waktu yang Tuhan anugerahkan kepada kita dalam sehari, tapi bagaiamana kita mengatur, itu yang menentukan kesuksesan kita.

Waktu berdasarkan prioritas
– Tidak penting
– Bisa ditunda
– Urgen

Yang urgen adalah: bagaimana kita menjadi pelaku firman.

Jangan ditunda
Ibrani 4:7″ Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu ” hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan diatas: ” Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu”

How to START?

Untuk memudahkan kita memahami bagaimana kita memulai, berikut lima perkara yang perlu kita perhatikan yang diawali dengan huruf-huruf S,T,A,R,T yaitu:

S-Stop to dream. Banyak orang hanya pandai bermimpi, berandai-andai, membangun harapan tanpa mau memulai. Bagaimana mungkin itu menjadi kenyataan?

Ilustrasi: Ingin jadi dermawan kalau sudah jadi jutawan

T-This time to start- Bukan besok, bukan nanti, tapi hari ini. Jangan suka menunda-nunda !

Action, Now- Lakukan sekarang 

R-Reason, No !- Jangan membuat alasan-alasan untuk melakukan penundaan-penundaan. Hilangkan kemalasan. 

T- Try…try… try- Jangan menyerah. Jangan berhenti melangkah. Teruslah mencaba, Kegagalan bukan akhir dari segalanya. 

Menjadi anak-anak Tuhan yang Peduli

Secara konteks, 2 Korintus 8:1-15 ini, memuat tentang bagaimana kita dapat menjadi berkat bagi sesama dengan mau mempedulikan sesama dan berbagi berkat bagi sesama.

Berapa banyak kita sudah mendengar firman Tuhan tentang bagaimana kita harus mengasihi dan menjadi berkat buat sesama. Pertanyaannya sudahkah kita melakukannya.

Atau mungkin kita masih menunda-nunda dan beralasan
”  Ya, elah… berbagi ? buat gue aja gak cukup?”
” Mau sih berbagi… tapi apa yang dapat gue bagi?”

Mari kita lihat ilustrasi ini
Gambar 1 ( gambar ada di Http://pesona-sabda.blogspot.com)
Apakah yang Anda pikir? mungkin orang ini cuma mau lewat?
Gambar 2( gambar ada di Http://pesona-sabda.blogspot.com)

Tidak.. ternyata ia justru ingin membrikan donasi
Gambar 3( gambar ada di Http://pesona-sabda.blogspot.com)

Dia bahkan berkata” saya masih punya yang lain di saku celana saya”

Bagaimana dengan kita?

Teladan dari firman Tuhan

Berdasarkan ayat yang diberikan pengurus PSKT dari 2 Korintus 8:1-15 ini mari kita perhatikan bersama-sama tentang kerinduan untuk menjadi pelaku firman dalam hal memberi dan berbagi.

Coba kalian bagi dua kelompok, kelompok Kanan dan kelompok kiri ( Ssst… bukan ekstem kanan  dan ekstem kiri, lho). Tugas kelompok kanan, baca dan pelajari ayat 1- 5, kelompok kiri ayat 7 saja). Jangan protes.. saya tahu kemampuan masing-masing kelompok , yang kiri saya kasih satu ayat saja.

Sekarang laporkan hasil pengamatan kalian

Ayat 1-5

– Siapa mereka? jemaat-jemaat di Makedonia
–  Bagaimana keadaan mereka?sangat miskin dan menderita
–  Tetapi coba perhatikan ayat 4-5″ soal memberi, buat mereka tidak ada masalah.

Ayat 7
– Siapa mereka? jemaat Korintus
– Bagaimana mereka? kaya dalam segala sesuatu
– Tetapi  sekalipun mereka kaya, tapi pelit.

Aplikasi
Mari kita menjadi anak Tuhan yang mau peduli dan berbagi. Jangan menunggu nanti. Lakukan hari ini.

Ilustrasi: Sekilas tentang pelayanan GERAKAN PEDULI KASIH.

Oleh: Pdt. H. Agus Susanto, S.Pd.K
Sumber: Http://pesona-sabda.blogspot.com

Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH, KHOTBAH IBADAH REMAJA | Meninggalkan komentar

SIKAP SEORANG PEMENANG

Ayat Pokok: Roma 8:31-39

Bagaimana sikap seorang pememang?
a. Optimis dalam menghadapi hidup ini.
b. Mampu mengatasi kegagalan/masalah
c. Memiliki kesabaran yang tinggi
d. Memahami bahwa rencana Allah itu indah pada waktunya

Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH | Meninggalkan komentar

ORANG PERCAYA YANG DAPAT DIPERCAYA

Ayat Pokok: I Kor 4:2
Pembacaan Alkitab : I Kor 4:2

Pendahuluan
Setiap kita tentu menyadari bahwa kita adalah orang percaya. Namun yang menjadi pokok pikiran kita hari ini adalah. Apakah kita juga dapa dipercaya oleh Tuhan?

Kepercayaan adalah hal yang sangat penting. Ketika seorang pemimpin tidak dapat dipercaya, maka bawahan tidak akan respek kepadanya. Demikian sebaliknya, ketika seorang bawahan tidak dapat dipercaya, tidak mungkin atasan akan mempercayakan hal-hal lain yang lebih besar kepadanya. Dalam keluarga, juga perlu dikembangkan sikap saling percaya antara anggota keluarga.

Ketika seorang pelayanan Tuhan, tidak dapat dipercaya, maka masa depan pelayanan akan terkendala.

Bagaimana supaya kita dapat menjadi orang yang bisa dipercaya oleh sesama bahkan oleh Tuhan?
a. Lakukan tugas dengan setia ( I Kor 4:2 )
b. Jangan mudah menghakimi orang lain ( I Kor 4:3 )
c. Setia dalam proses Tuhan ( I Kor 4:11-13

Penutup
Jadilah orang yang dapat dipercaya ( Amsal 28:20 )

Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH | Meninggalkan komentar

MERAIH HIDUP BERKEMENANGAN

Ayat Pokok: II Korintus 4:1-18

Pendahuluan
Orang-orang percaya, atau gereja Tuhan sering diibaratkan sebagai bejana tanah liat ( Ingg: vessel ). Sementaara Tuhan adalah Sang Penjunan. Sebutan bejana ini memberikan pemahaman kepada kita betapa rapuhnya kita. Mungkin saat ini Anda adalah orang-orang muda yang sedang gagah-gagahnya, tenaga masih prima. Tetapi jangan lupa, akan datang masanya dimana kita akan alami masa-masa tua dan kekuatan kita semakin berkurang, kondisi kita akan semakin merosot.

Ayat bacaaan kita hari ini memberikan gambaran bahwa memang dalam diri setiap manusia ada dua unsur kehidupan yaitu manusia jasmaniah atau lahiriah, dan manusia rohaniah atau batiniah.
a. Manusia lahiriah, semakin tua semakin berkurang dan semakin merosot
–  Berkurang : tenaganya, nafsu makannya
–  Merosot    : pendengarannya, penglihatannya, daya ingat,

b. Manusia batiniah: semakin diperbaharui
– semakin bertambah usia, semakin dewasa iman kita.

Bagaimana supaya kita dapat meraih kemenangan dalam hidup bahkan sampai masa tua kita?

a. Tidak mudah putus asa ( ayat 1, 8 )
Dalam dunia, kita sering diperhadapkan dengan berbagai penderitaan,tapi biarlah kia berkeyakinan seperti Paulus bahwa penderitaan yang dialaminya ringan, tidak sebanding dengan kemuliaan yang disediakan oleh Tuhan ( Roma 8:18 ). Persoalannya kenapa banyak orang mudah patah semangat, karena menganggap seolah-olah penderitaannya begitu berat.
b. Tetap mengucap syukur ( ayat 15). Jadi seburuk apapun kondisi kita, Tuhan katakan kita harus tetap mengucap syukur.
Tuhan tidak katakan mengucap syukurlah pada waktu kamu senang. Tetapi Tuhan perintahkan mengucap syukurlah dalam segala hal (  1 Tes 5:18 ). Itu artinya kita mengucap syukur dalam keadaan apapaun dan kondisi bagaimanapun.
c. Arahkan perhatian hanya kepada Tuhan ( ayat 18 )
Kondisi hari-hari ini yang sarat dengan kesibukan dan persaingan, dapat menjadi godaan untuk kita tidak lagi menjadikan Tuhan sebagai pusat perhatian kita. Tetapi Tuhan berkata dalam Kolose 3:2 ” Pikirkanlah perkara-perkara yang diatas bukan yang dibumi.

Dengan demikian kita akan dimampukan untuk tetap tegar dan tampil sebagai pemenang, ditengah segala problema yang melanda hidup kita

Amin !!!

 

Dipublikasi di ILUSTRASI KHOTBAH | Meninggalkan komentar